Gaya Hidup Hematku saat Kuliah di Deakin Australia

Mengerti akan kondisi perekonomian keluargaku yang terbilang pas-pasan, sebisa mungkin aku berusaha untuk sehemat mungkin saat kuliah di Deakin. Aku tidak ingin menambah beban kedua orang tua dengan terus meminta uang kepada mereka. Sudah dikuliahkan oleh mereka saja syukur… Berikut gaya hidup hematku saat kuliah di Deakin, Australia:

Masak sendiri

Lebih dari sekedar memuaskan lidahku, memasak sendiri juga aku rasa jauh lebih hemat dibanding terus menerus beli makan di luar. Setiap dikirim uang bulanan oleh orang tuaku, aku selalu membaginya untuk jatah memasak. Kalau memang lagi malas, sesekali aku makan di luar itupun cari makanan yang sesuai dengan jatah harian yang sudah aku tetapkan. Terkadang aku juga sumbangan dengan teman kos untuk masalah konsumsi ini.

Jalan kaki

Sebelum kuliah di Deakin, aku sebelumnya sudah mencari akomodasi yang ada di dekat kampus. Tidak lain agar dapat menghemat biaya transportasi. Dengan kata lain, aku tidak perlu menyewa sepeda, menaiki bus, atau transportasi lainnya di Australia. Hanya dengan berjalan kaki, universitas Deakin bisa sampai. Lumayan bukan bisa hemat beberapa dollar dari ongkos transportasi?

Bagi tempat tinggal

Mengingat tidak ada sanak saudara yang tinggal di negara Australia, aku harus menyewa tempat tinggal sendiri. Untuk menghemat budget, aku memilih untuk tinggal bersama dengan teman-teman kampus. Dengan begitu, aku dan teman-temanku akan bayar sewa secara patungan. Pembagiannya sewanya secara adil agar tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan.

Selama masih bisa berhemat, mengapa tidak? Ingat, tujuan awal ke negara yang bersangkutan adalah untuk belajar bukan untuk bersenang-senang. Sesekali liburan bersama teman, tidak masalah karena ini dapat mengatas homesick atau stres akibat tugas kuliah. Semoga ini bisa memberikan inspirasi kepada teman-teman sekalian yang akan kuliah ke Deakin atau universitas lainnya.

Category: Kuliah Luar Negeri

Avoid These When Running Online Store

At this moment, online store is a favorable business which does not need a big fund or even a real office to manage and organize this business. Unfortunately, just some online store owners can survive and succeed in running their online stores while some others will fail. Technically, the failure happens because many mistakes. If you are an online store, avoid these mistakes when running online store:

20150123-mistakes.jpg


Use pictures from internet to promote their products

This strategy is not effective because the pictures do not show real quality of product. You should use real pictures from your products and add brand product to attract visitors.

Include incomplete contact person

Generally, you just include your email address on your site whereas not all of visitors have email address. That is why some visitors will feel uncomfortable when shopping at your online store. You should include your phone number or other accounts like Facebook or Twitter account that you have so your visitors can shop comfortably.

Give unclear product descriptions

You should know that visitors will check products that you offer through your product descriptions. If you give the descriptions completely, visitors will get detail product information that they need so they do not hesitate to buy your products.

Upload many irrelevant videos and pictures and use low quality web hosting

Does your online store site load too slowly? Most of visitors do not like visiting online stores which have slow site loading because it can waste their time. This problem can be caused by your web hosting which does not support data transfer on your site and irrelevant videos and pictures that you upload. To solve this problem you should choose the right web hosting and remove unrelated pictures and videos.

In addition, if you apply social media marketing strategy, you are highly ukur awareness merk Anda di social media dengan SonarPlatform.

Category: Information

Tips Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa Pekerja

20150205-1412716974434808468.gif

Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, biasanya mengalami kesulitan dalam mengatur keuangannya. Mereka cenderung menghabiskan penghasilan untuk belanja benda yang diinginkan, bukan dibutuhkan. Tabungan pun tanpa terasa mulai menipis sehingga tidak cukup untuk membayar SPP. Alhasil, masih meminta uang kepada orang tua. Bukankah tujuannya bekerja untuk meringankan beban orang tua? Apabila orang tua masih bisa menutupi kekurangan biaya, tentu tidak ada masalah. Jika tidak, berhutang adalah jalan satu-satunya. Saat masih muda sudah banyak hutang, masa tua pun tidak akan tenang. Apakah Anda seorang mahasiswa pekerja yang masih bingung dalam mengatur keuangan? Jika iya, ikuti tips di bawah ini:

Membiasakan menabung di awal bulan
Setelah menerima gaji, segera sisihkan 10%nya untuk ditabung. Jika menunggu sisanya, jumlah tabungan Anda sampai kapanpun tidak akan bertambah. Anda tentu harus pandai dalam menggunakan tabungan. Dengan adanya inflasi, menabung uang hanya akan membuat keuangan Anda tidak stabil. Untuk itu, manfaatkan tabungan yang dimiliki untuk berinvestasi. Di antara ketiga jenis investasi, sebaiknya Anda pilih investasi emas. Hal itu dikarenakan harga emas masih terbilang terjangkau untuk kantong mahasiswa pekerja.

Mengutamakan kebutuhan pokok
Sebagai seorang mahasiswa, Anda harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Apa yang Anda inginkan, belum tentu dibutuhkan. Prioritaskan penghasilan Anda sebesar 50% untuk kebutuhan pribadi yang bersifat konsumtif, seperti makan, ongkos transportasi, buku, dan lain sebagainya. Sedangkan 10% untuk biaya pendidikan (dikumpulkan per bulan). Catat semua pengeluaran agar bisa melakukan evaluasi setiap bulannya untuk mengantisipasi pengeluaran lebih besar dari pemasukan.

Menyiapkan dana darurat
Alur kehidupan yang tidak bisa diprediksi, harus membuat Anda berpikir cerdas dengan menyiapkan diri dari awal. Anda tidak pernah tahu, jika suatu hari nanti akan dipecat, uang SPP naik, terjadi kecelakaan, atau hal lain yang membutuhkan dana tak terduga. Dengan menghambur-hamburkan gaji, Anda tidak memiliki persiapan untuk menghadapi kemungkinan buruk yang akan terjadi. Selain tabungan, Anda juga wajib menyiapkan dana darurat dengan menyisihkan 10% dari penghasilan.

Selain itu, jangan lupa untuk menyisihkan 10% dari gaji Anda untuk amal. Bagaimanapun juga ada hak orang lain di setiap rezeki yang diberikan Tuhan untuk Anda. Dengan menuruti perintah-Nya, aliran rezeki untuk Anda pun tidak akan putus, bahkan berkali-kali lipat balasannya. Kuliah sambil bekerja pun dapat memicu stress, Anda bisa menggunakan 10% sisanya untuk refreshing. Dengan pikiran yang segar, pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan.

Category: Informasi

Manfaat Kuliah sambil Kerja untuk Mahasiswa

20150205-work_vs_study.jpg

Meskipun melelahkan, kuliah sambil bekerja tidak selamanya mendatangkan duka untuk mahasiswa. Meskipun sering tergoda oleh keinginan bersenang-senang bersama teman sebaya, mereka dapat menepisnya demi kenyamanan hidup orang-orang terkasih. Bahkan, hal ini dapat secara perlahan membentuk kepribadian mahasiswa agar tangguh dalam menghadapi kerasnya kehidupan di dunia. Selain itu, ada beberapa manfaat kuliah sambil kerja lainnya yang dirasakan mahasiswa di bawah ini:

Menambah pengetahuan dan pengalaman
Kelebihan yang dimiliki mahasiswa yang bekerja adalah ia bisa mempraktekkan langsung materi yang dipelajarinya di kantor. Di saat mahasiswa lain masih kabur mengenai teori yang diberikan, mereka malah telah mahir dalam prakteknya. Seiringnya waktu, pengetahuan dan pengalamannya pun kian bertambah sehingga keterampilannya pun semakin terasah. Untuk bisa melakukan ini, mahasiswa harus mencari bidang pekerjaan dan jurusan kuliah yang berkaitan atau memilih jurusan sesuai dengan bidang pekerjaan, agar bisa saling menyempurnakan.

Memperbanyak relasi
Tidak seperti mahasiswa yang menjalani kuliah yang hanya memiliki teman di sekitar lingkungan kampus, mahasiswa pekerja memiliki relasi yang luas. Tidak hanya mempunyai teman di kampus, tetapi juga para senior dan rekan kerja di kantor. Dengan terbiasa bersosialisasi dengan banyak orang dari berbagai macam golongan usia, jenis kelamin, dan latar belakang pendidikan, membuat mereka terlatih dalam berinteraksi. Bila di masa depan berencana membangun bisnis sendiri, banyaknya relasi akan sangat membantu dalam perkembangan usahanya.

Memiliki penghasilan sendiri
Di saat teman-teman sebayanya masih menadahkan tangan kepada orang tua, mahasiswa pekerja telah mampu menghasilkan uang sendiri. Bahkan, telah mampu membantu keuangan keluarga. Meskipun belum membantu sepenuhnya, setidaknya ia tidak lagi menyusahkan orang tua secara finansial. Saat membeli sesuatu dengan hasil kerja pun akan terbersit rasa bangga sebagai wujud perhargaan pada diri sendiri. Hal itu tidak sebanding dengan barang mewah yang dibeli dari uang orang tua.

Saat diri terus mengeluh dengan kerasnya kehidupan yang dijalani, saat itu pula manusia telah menyerah kepada nasibnya. Jalan kehidupan yang mulus tanpa kerikil hanya akan membuat mereka terjatuh karena licin. Untuk itu, dibutuhkan kerikil dan bebatuan sebagai pijakan saat mereka harus menanjak ke tempat yang lebih tinggi. Selalu ada manfaat yang bisa diambil agar manusia lebih terampil.

Category: Informasi